CS Pabrik Kaos

CS Clothing Distro CS Clothing Distro

Ph : 021-7720-7035

PIN BB : 74 A 2 BCBF
Operational Hours:
Mon - Fri: 09.00 - 17.00
Sat - Mon : tentative

Pembayaran

Pembayaran dapat melalui :
logo bank bca
Rek No. 7150572660, a/n Achmad Rifki BCA Cabang Nusantara, Depok
logo bank mandiri
Rek No. 1570002258987, a/n Achmad Rifki Mandiri Cabang Nusantara, Depok
Posts Tagged ‘kaos oblong’
Sejarah Kaos Polo dengan Segala Macam Peristiwanya

Pabrik-kaos,-  kali ini akan mencoba mengutarakan lika-liku perjalanan dari  kaos polo.  Bisa dikatakan artikel ini kelanjutan dari sebelumnya, yakni  bagaimana pakain tersebut bisa ditemukan sebelum pada akhirnya mempunyai banyak varisi seperti saat ini, dari kaos oblong, kerah, raglan. Jika ingin membaca silakan klik disini.

Mengenai kaos polo sendiri, sangat mungkin atau bisa dikatakan hal yang mustahil jika pada saat ini orang-orang tidak mengenalnya. Soalnya, ketenarannya sudah melalang buana di jagad  alam raya ini, bahkan hampir setiap orang seakan mewajibkan untuk mempunyai dengan berbagai alas an, misalnya kesan rapi dan smart.

Namun, di balik popular sekarang ini mungkin hanya segelintir orang yang mengetahui, kenapa dinamakan polo . Karena itu, pabrik-kaos.com mencoba membuat sebuah catatan dari awal mula dan kejadian apa saja yang telah mewarnai perjalannya.

Akhir tahun 1800-an
Pada akhir tahun ini, atau abad ke-19 akhir bisa dikatakan  asal-muasal keberadaan kaos polo. Kehidarnya bermula dari saat seorang yang bernama  John E Brooks melakukan kunjungan ke Inggris.

Dalam kunjungan tersebut, cucu dari pendiri  Perusahaan Brooks Brothers di US tanpa sengaja dan begitu tertarik pada Kerah pakaian yang digunakan pada pertandingan Polo.

Bagaimana bentuk kerah tersebut dirancang dengan terlipat ke bawah lalu ditahan dengan kanding. Hal ini bertujuan untuk menghindari dari terpaan angin. Dari sana akhirnya ia mempunyai ide atau sebuah  gagasan, berupa akan lebih menarik jika kerah itu ditambahkan pada kaos.

Berawal dari sana, ia pada akhirnya berhasil membuat dan mulai diperkenalkan pada tahun 1896. Tak disangka, masyarakat menyambut begitu begitu hangat, bahkan mereka menjadikan kaos polo sebagai ikon pakaian formal  untuk pria.

Tahun 1920
Berlanjut pada tahun 1920, merupakan tahun yang menjadi cikal bakal kian meluasnya kaos polo di pasaran.  Yups, pada era ini pakaian tersebut mulai dijadikan ajang bisnis. Adalah pemain Polo bernama Lewis Lacey dan dibantu seorang pedagang yang berasal dari Argentina-Irlandia  membuka toko pria di Buenos Aires memtuskan untuk  kaos tersebut dengan gambar bordiran seorang pemain Polo.

tahun 1926
Tahun ini bisa dikatakan sebagai era kemoderanan kaos polo.  Adalah legenda tennis dari Prancis, Jean Rene Lacoste (1904 – 1996). Ia ternyata tak hanya jago dalam bidang olah raga tersebut, tapi juga mahir dalam hal mendesain. Akibatnya, dia disebut-sebut sebagai orang yang paling berpengaruh dalam perkembangan pakaian tersebut.  Bahkan kebanyakan orang menjuluki dirinya  sebagai “pencetus” kaos polo modern.

Dia merancang kaos polo dengan lengan pendek dengan alasan tangan panjang yang masih banyak digunakan dirasa akan menyulitkan bergerak.  Tak hanya itu saja, ia juga memutuskan mengganti kerah yang kaku dan bagian belakang yang lebih panjang agar tidak mudah terselip, yang kita kenal sebagai tennis tail pada saat ini.

Puncak dari tahun 1926, saat Lacoste memenangkan pertandingan US open championship. Kemenangan dirinya tak bisa dilepaskan peran kaos polo yang didesian dan berbahan katun katun pique. Penggunaan bahan tersebut bertujuan agar lebih mudah dan terasa nyaman saat bernapas.

Tahun 1933
Kemenangan Lacoste  memberikan aroma baru dalam berpakaian kaos polo. Ia dibantu Andre Gillier sang produsen pakaian rajut mendirikan La Société Chemise Lacoste (Perusahaan Kaos Lacoste). Sejak saat itu, pakaian yang satu ini tidak hanya dikenakan pemain Polo tetapi juga oleh siapa saja yang menggunakan kaos lembut berkerah ini.

Tahun 1951
Gagasan Lacoste ternyata tak berhenti sampai disitu saja, ia kembali mengeluarkan ide cemerlang terhadap kaos polo, yakni dengan memainkan warna pada koas tenis yang pada mulanya hanya berwarna putih.

Pada tahun ini  juga, Lacoste juga mulai melakukan ekspansi ke Amerika. Sejak saat itu kaos polo merupakan simbol yang menyatakan status sebagai olahragawan yang kompeten.

Tahun 1954
Namanya juga dunia bisnis, maka persaingan dengan inovasi baru mewarnai kaos polo. Adalah Fred Perry, seorang legenda tenis mencoba memberikan warna baru terhadap pakaian tersebut. Ia memutuskan untuk “versi sendiri” dari produk buatan Lacoste dengan bahan yang sama.

Atas keputusan tesebut, ia berhasil menjadi pesaing yang cukup ketat bagi bisnis yang dijalankan  Lacoste. Keputusan Perry menampilkan gaya tersendiri  membuat banyak pilihan bagi kalangan remaja.
Tahun 1972
Selanjutnya ada Ralph Lauren yang ingin memberikan olahraga berkelas yaitu Polo pada perusahan pakaian casual miliknya. Pemberian nama itu mempunyai maksud dan tujuan, perusahan lebih dikesankan canggih dan keabadian..

Tahun 1980-an
Kala pasar mulai jenih dengan desain Lacoster, Ralph Lauren hadir dengan bermacam-macam merk produk unggulan. Akibatnya, persaingan bukan hanya terjadi di lapangan tenis, tapi dalam binis kaos polo.

Dan yang keluar menjadi pemengan adalah  Lauren.

Tahun 1990-an
Tahun ini bisa dikatakan sebagai eranya kaos polo,  yang mana  pakain jenis ini menjadi  standar pakaian bisnis resmi untuk industri berteknologi tinggi dan menyebar hingga ke industri lainnya.

 
Kaos : Asal-Usul, Simbol Pemberontakan, dan Gaya Hidup

Pabrik-kaos- kaos dengan segala macam variasi tentunya sudah tak asing lagi dalam kehidupan manusia. Dengan berbagai corak atau jenis dari kaos oblong, polo, kerah, mapuan Raglan, semuanya  membuat pakaian yang satu ini menjadi begitu digandrungi bukan hanya para remaja, tapi juga orang tua dan anak-anak.

Tapi, di balik itu semua siapa antara teman-teman yang mengetahui perjalanan panjang kaos tersebut dari asal-usal, simbol pemberontakan, dan juga gaya hidup? Untuk itu, dalam kesempatan ini saya ingin mencatatkan riwayat pakaian tersebut, dari awal hingga saat ini. Semoga saja dengan kehadiran catatan ini menambah pengetahuan bagi kita.

Kata kaos sendiri mempunyai aneka macam penyebutan, yang mungkin disesuaikan dengan bahasa suatu Negara masing-masing. Untuk di Inggris sendiri disebut dengan T-Shirt, penyebutan itu mungkin lebih didasari pada bentuk atau pola potongan menyerupai huruf T.

Hal itu sangatlah mungkin jika menyimak lebih jauh . Tapi, jauh sebelum itu diperkirakan pada abad 19 kaos  masih hanya  hanya ala kadarnya yang terpenting adalah bagaimana cara pekerja tambang dan buruh pelabuhan melindungi tubuh dari cuaca panas.

Karena itu atau mungkin pada zaman itu belum terdapat desainer kondang sehingga pakaian masih berbentuk sambungan dari atas ke bagian pinggang. Sangatlah mungkin, sebab mereka belum ada waktu lebih banyak untuk memikirkan gaya sandang yang sederhana dan nyaman.

Akhirnya, lambat laun adalah militer Amerika yang mencoba mencoba mengubah pola agar lebih nyaman bergerak saat perang atau pun berlatih, yang jelas di luar ruangan.  Gaya baru ini dikenakan oleh Mileter Angkatan Laut. Namun, jangan membanyangkan zaman tersebut telah banyak model, jenis bahan,  dan juga warna kaos seperti saat ini.

Dari data tersebut, maka kemungkinan kaos dengan bahasa Inggrisnya T-Shirt merupakan bentuk singkatan dari Training Shirt. Dan kehadirannya pun masih begitu terbatas, bahkan bisa dikatakan hanya para militer saja yang menggunakan kaos.

Adalah Marlon Brando, orang yang paling berjasa dalam penyebarannya. Ia  yang merupakan seorang aktor mengekan pakain berbentuk kaos dalam film, berjudul  A Streetcar Named Desire (1951). Kostum ini ternyata membuat para penonton historis, khsusunya wanita. Mereka kaget menyaksikan adegan yang  menggambarkan dirinya menggunakan kaos yang tersobek-sobek dan memperlihatkan bagian bahunya.

Tak sampai disitu saja, kaos kembali mulai dikenalkan oleh aktor bernama James Dean. Melalui sebuah film ‘Rebel Without A Cause(1955),  ia mencoba mengenalkan kaos untuk anak muda. Pengaruhnya cukup kuat dikalangan remaja, mereka menyimbolkan pakain jenis ini sebagai simbol pemberontakan.

Apakah sebelum itu, kaos hanya diperkenalkan lewat film dan kenapa kaos sebagai simbol pemberontakan? Tak ada catatan yang membenarkan. Mungkin saja pakain ini telah dipopulerkan dengan cara berperang. Sebagaimana diulas sebelumnya, militer mulai mengenakan jenis pakaian ini untuk berperang, masih ingat dengan perang dunia II.

Namun sayangnya, akibat perang juga dunia mengalami krisis ekonomi. Negara-negara hanya disibukkan dengan urusan perang, maka tak mengherankan jika uang hanya dijadikan sebagai kebutuhan dasar berperang.

Imbasnya, masyarakat menjadi korban negera-negara yang ikut berperang.  Rakyat terbebani dengan biaya kebutuhan yang begitu mahal, maka mereka tak terpikirkan soal pakaian. Industri pakaian mengalami kemunduran dan sangat mungkin bangkrut jika tidak melakukan inovasi dalam mengelolah bahan.

Maka dengan biaya yang cukup sederhana, kaos muncul sabagai solusi. Hadirnya pun, membuat masyarakat mau tak mau menerimanya sebagai aternatif tanpa lagi mempedulikan stigma, kaos digunakan untuk buruh.

Perang telah usai,  namun hal ini tak membuat masyarakat kembali mengenakan pakaian bergaya sebelumnya. Mereka terlanjur jatuh hati dengan gaya kaos tersebut.  Sebagaimana para veteran perang yang sering menggunakanya pada kehidupan sehari-hari.
Terlepas dari itu semua, film bisa dikatakan biang keladi atau pelopor yang mulai mengangkat status sosial penguna kaos; yang tadinya hanya sebagai pakaian pekerja kasar menjadi trend mode terkini yang mulai digandrungi oleh anak-anak muda.

Lantas dimana, kaos sebagai simbol perlawana anak muda. Menjawab hal itu, salah satu yang mungkin tepat menjawab adalah, band-band yang mengenakan kaos dan menyanyikan lagu-lagu yang dengan lirik penuh dengan kritik soal dan juga perang.

Pada akhirnya,  band-band ini menjadi idola anak muda dengan segala macam aksesoris termasuk kaos yang diindetikan sebagai perlawan terhadap sitgma kemapanan dan kesopanan.

Dunia psikologis anak muda yang cenderung anti kemapanan dan selalu ingin melawan arus, menjadikan kaos menjadi bagian dari identitas mereka. Norma-norma kesopanan dan kaku, menjadi alasan utama mereka untuk mendobrak kemapanan stigma sosial ini.

Kaos menjadi begitu eksotis dalam dunia fashion, pola potongannya yang sederhana, kaos mendapatkan label low fashion/unfashion berbeda kutub dengan high fashion yang didesign khusus dan diperuntukan bagi orang-orang khusus pula.

 
STANDAR UKURAN KAOS (SIZE CHART T-SHIRT)

STANDAR UKURAN KAOS

Pada dasarnya pengukuran kaos umumnya adalah (Small, Medium, Large). Standar ukuran kaos untuk tiap negara, dan tiap produksi merek maupun produsen berbeda-beda . Tidak ada standar ukuran kaos yang baku dan berlaku umum. Selain skala S M L, ada juga beberapa produsen kaos di negara di Eropa dan Amerika yang menggunakan angka (0-22).

Apapun skalanya, pada umumnya untuk mengukur kaos digunakan 2 patokan yaitu panjang & lebar.
Panjang = Ukuran dari titik bahu atas sampai ke ujung bawah kaos
Lebar = Ukuran dari ujung kiri sampai ujung kanan kaos

standar ukuran kaos kirana konveksi

 

 

 

 

Selain panjang dan lebar kaos, ada juga ukuran lingkar leher (round neck), lingkar lengan (round sleeve), dan panjang lengan (long sleeve). Ukuran tersebut berbeda untuk masing-masing model kaos. Misalkan model kaos pria, akan berbeda dengan model kaos wanita.

Dikarenakan sifat bahan kaos yang bisa melar atau menyusut, maka ukuran kaos selalu plus minus 2 cm. Jadi pada dasarnya tidak ada patokan baku untuk ukuran kaos, jadi untuk para pengguna kaos harap memperhatikan standar ukuran di tiap-tiap produsen kaos

selamat berbelanja :D

 
Ciri Jahitan Kaos yang Bagus

Jahitan KaosKetika menjahit di konveksi kaos otomatis kita akan mengetahui kualitas jahitan konveksi tersebut setelah mengorder dan melihat jahitannya. Namun, ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk menilai jahitan dari konveksi tersebut.

Mintalah sampel

1. mintalah sampel yang sudah jadi dari konveksi tersebut. lihatlah apakah jarak dan kerapatan antara jahitan sama. jika sama dan rapat  maka berarti kualitas baik.

2. perhatikan sisa-sisa benang pada ujung jahitan. jika tidak menyisakan banyak benang (terurai) maka kualitas jahitan baik.

3. Sama seperti point no. 1 kali ini lihatlah kerapatan obrasan. semakin rapat dan rapi maka semakin baik.

tips ini dipersembahkan oleh konveksi kaos dot com

 

 
TIPS MERAWAT KAOS DTG
  • PISAHKAN KAOS SAAT DICUCI

Pisahkan kaos Anda dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dsb dengan kaos berwarna putih.

  • JANGAN DIRENDAM TERLALU LAMA

Jangan merendam kaos Anda terlalu lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak / terkelupas.

  • HINDARI MENCUCI DENGAN MESIN CUCI

Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori – pori kain kasar. Hal ini karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik – ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.

  • HINDARI PEMUTIH

Hindari Kaos Dtg dari pemutih. Karena bahan kimia dari pemutih dapat membuat sablon DTG di kaos anda menjadi luntur.

  • JANGAN DISIKAT

Kaos berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu.

  • JEMUR TERBALIK

Tahukah Anda bahwa sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos Anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian kaos yang bersablon di dalam.

  • JANGAN DIGANTUNG

Hindari menggantung dengan hanger pada bagian leher kaos. Hal ini karena dapat mengakibatkan leher kaos lekas melar.

  • SETRIKA

Agar kaos Anda awet, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci-jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon. Atur juga agar posisi panas setrika Anda pada posisi sedang.


  • NODA

Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Gunakan shampoo/detergen, oleskan pada bagian nota. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.

  • KAOS KEREN BUKAN UNTUK TIDUR

Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur.

Mengapa?

Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher.

  • PAKAILAH SEPERLUNYA

Apabila anda sayang dengan kaos anda yang keren, sebaiknya pakailah seperlunya alias di saat-saat penting anda perlu bergaya saja.

Jangan CKP-CKP alias Cuci Kering Pake – Cuci Kering Pake.  :D

 

 

SELAMAT  MENCOBA, DAN SAYANGI KAOS ANDA